Pemain AoV Terancam Banned! Siap-siap Merelakan ID Kamu Kalau Pernah Top Up Ilegal Arena of Valor!
Pada bulan Juli lalu, mulai marak fenomena top up ilegal Arena of Valor, yaitu Voucher (in game currency) dengan harga yang sangat murah! Kalau biasanya kamu membeli 655 Voucher seharga Rp159 ribu, penjual “tidak resmi” ini menawarkannya dengan harga setengahnya, kisaran Rp70 ribu – Rp80ribu.
Kok bisa lebih murah? Karena tentu saja cara yang mereka pakai ilegal! Bagaimana caranya? Mudah saja.

Pertama, mereka akan meminjam ID kamu untuk diisikan Voucher sesuai permintaan. Kemudian si penjual tersebut akan log in, dan melakukan “pembelian” dari Google Play sejumlah Voucher yang kamu inginkan. Lalu, apa yang salah?
Hal mencurigakan terjadi di langkah kedua. Setelah si penjual melakukan pembelian dan Voucher masuk ke ID kamu, ia kemudian meminta refund kepada Google Play. Kebijakan ini memang sudah disematkan oleh Google sejak sekitar tiga tahun lalu, dan ternyata malah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab!

Langkah ketiga, si penjual tidak menerima rugi, karena tagihan kartu kredit atas pembelian Voucher AoV tersebut hilang setelah refund disetujui oleh Google Play. Ia malah menerima uang dari si pembeli yang mungkin tidak tahu kalau hal ini ilegal! Voucher masuk, tapi tagihan tidak ada. Lalu, bagaimana nasib Voucher ini?
Akibatnya, si pembeli malah mendapatkan pesan beberapa minggu kemudian dari Garena Indonesia yang mengharuskan mereka untuk memiliki sejumlah Voucher yang pernah dibeli secara ilegal tersebut, untuk benar-benar di-refund. Jika tidak, maka Garena akan memblokir akunnya.

Lalu, mengapa baru diproses sekarang? Kami sudah bertanya kepada Garena mengenai hal ini, namun belum mendapatkan jawaban. Ada yang bilang kalau alasannya adalah Google baru memberikan laporan mengenai refund satu bulan setelah pembelian telah terjadi. Jadi wajar, kalau pengumuman banakun tersebut baru dirilis akhir-akhir ini.
Link : https://ggwp.id/2017/08/16/top-up-ilegal-arena-of-valor/
Komentar
Posting Komentar